Senin, 30 Mei 2011

IDOLA KU

hari ini, kegiatan rutin yang dilakukan Selena alison melody, yaitu pergi kesekolah. dan seperti biasa ia datang terlambat kesekolah. ujung-ujungnya, ia merayu satpam sekolah yang sedang bertugas dengan dua buah cokelat atau uang. Dan satpamnya yang sering selena panggil pak makat itu akhirnya membukakkan gerbangnya. Selena memang anak yang sering tercatat namanya kedalam buku piket sekolah SMP DEWANTARA JAKARTA, yang bertuliskan:
Selena melody---terlambat datang ke sekolah
Siswi kelas 3 SMP ini pun tak hanya satu atau dua kali tercatat. Tetapi, sudah lebih dari itu. Namun, karena prestasi selena yang baik disekolah, seluruh guru-guru memaklumi semua itu. Karena, alasan selena terlambat kesekolah, tidak jauh-jauh dari belajar. Memang dia belajar, tapi sebenarnya yang lebih tepatnya, dia menonton pertandingan club sepakbola inggris kesayangannya yang disiarkan tengah malam. Selena segera berlari menuju kelasnya. Sampai didepan pintu kelas, ia mengetuk pintu lalu masuk kedalam kelasnya yang sudah berisi teman-teman juga guru yang mengisi mata pelajaran jam pertama ini.
“terlambat lagi kamu selena?” ucap guru itu, selena hanya mengangguk ringan.
“maaf bu. Saya semalam belajar sangat keras untuk menghadapi ulangan matematika bu.” Jawabnya sambil menundukkan kepala. Sedangkan sebagian dari teman-temannya membicarakn tentang seringnya selena terlambat. Karena salah satu dari mereka tahu bahwa keterlambatan selena bukan persoalan belajarnya yang sangat keras, melainkan keseringannya menonton pertandingan sepakbola. Tetapi, teman-temannya yang mengetahui hal itu, tidak ingin memberi tahu kan kepada guru-guru. Penyebabnya adalah, selena anak yang pandai. Walaupun pandai, ia tidak sombong atau blagu. Ia sering memberikan jawaban kepada teman-temannya yang bertanya kepadanya saat ulangan. Walaupun hal itu tidak baik, tetapi selena tulus melakukan hal itu. Karena, walaupun ia pandai dan nilainya selalu mendapatkan yang terbaik, ia tak ingin teman-temannya sedih mendapat nilai yang dibawah rata-rata. Selena memang mulia. Kemuliaanya memang terbukti membawa hal positif untuk nya dan teman-temanya. Selena pun dipersilakan duduk oleh guru.
Waktu pun berlalu dan bel istirahat berbunyi nyaring membuat telinga yang mendengarnya pening.
“hallo hallo!” sapa selena kepada teman-temannya yang sedang asik membicarakan tentang para idola-idola mereka didalam kelas.
“eh tau nggak siih? Gue dapet tiket nonton konser justin bieber bulan depan!!” sahut linda ekspresif. Teman-temannya yang lain sontak teriak semua. Secara linda dan teman-temannya mengidolakan justin bieber, kecuali selena.
“what??!! Demi apa lo lin???” tanya lisa dengan muka ingin sekali mendapatkan tiket konser justin itu.
“hadeeh, beneran deh kawaaan. Gue dibeliin sama nyokap gue.” Yang lainnya asik membicarakan tentang linda yang mendapatkan tiket konser justin bieber, selena pergi ke perpustakaan. Dia sedang tidak ingin pergi ke kantin. Katanya, sedang ada program penghematan.
Selena tidak suka dengan justin bieber, dia hanya menyukai lagu-lagunya saja. Selena mengidolakan seseorang yang jarang diiodolakan para gadis-gadis remaja SMP. Selena sangat mengidolakan seorang pemain sepakbola asal spanyol yang bermain di klub sepakbola inggris, arsenal. Yaitu cesc fabregas soler. Entah dari mana dia mengidolakan cesc fabregas. Padahal dia sendiri dulu tidak suka sepakbola. Menurutnya, karena cesc fabregas lah ia menyukai sepakbola. Setiap ada pertandingan klub inggris yang disiarkan di televisi lokal, selena selalu menonton. Pastinya jika ada pemain sepakbola idolanya itu.
“huh! Bete deh. Setiap hari temen-temen gue ngomongin justin bieber terus. Ga ada yang lain apa?” gerutu nya sambil berjalan. Dan tanpa sadar ia menabrak seorang cowo tinggi yang memakai seragam putih abu-abu.
“aduuuh!” teriak selena karena menabrak badan cowo yang melebihi tingginya. Pantas saja dia kesakitan, dia menabrak dada cowo itu.
“ya ampun, maaf dek.” Cowo itu segera meminta maaf kepada selena yang menunduk terus sambil mengaduh kesakitan.
“ooow! Jidat gueee.” Selena mengangkat kepalanya dan seketika melihat wajah cowo itu.
“maaf?” sekali lagi cowo itu mengucapkan kata yang sama. Selena kaget, ternyata yang ditabraknya adalah kakak kelasnya sendiri. Kakak kelas yang terkenal pandai, tampan dan banyak disukai para gadis-gadis remaja. “oh. Ga apa-apa kok kak. Hm, justru saya yang salah. Nggak liat-liat jalannya. Maaf yah kak.” Selena tersenyum malu. Cowo itu setengah tertawa. “hm, oke oke. Kita sama-sama salah. Nggak ada yang perlu minta maaf yah” ucap cowo itu lembut. “nama kamu siapa?” tanya cowo itu kepada selena. Jantung selena terasa berdetak lebih cepat dari biasanya.
“mm, mm. nama saya selena. Nama kakak siapa?” tanyanya lagi sedikit malu, sebenarnya selena sudah tau nama kakak kelas nya itu. Tapi, dia hanya basa-basi saja.
“nama gue roby. Senang bertemu denganmu. gue kelas sebelas IPA dua. lo kelas berapa?” selena terdiam. “hehe. aku kelas 9.2 ka.” Jawabnya malu.
mereka berdua pun mengakhiri pembicaraan dan selena segera menuju perpustakaan. Diperpustakaan tak henti-hentinya dia tersenyum. Sepertinya, selena mulai jatuh cinta dengan kaka kelasnya yang bernama roby tadi.

2 komentar:

Muhammad Riyan S mengatakan...

eh Rum itu si Roby anak SMA kan? kok di atas ditulisnya dia pake sragam putih biru? ada baiknya dikoreksi dlu aja ^_^

arum fadiah sherfiani mengatakan...

hehe iya okeoke :D