Sabtu, 29 Desember 2012

Aku dan Dia #chapter4

Hei aku kembali! this is chapter 4! berhubung hari ini sudah akhir tahun 2012, jadi aku ingin menutup tahun ini dengan menulis. Sebagai acuan ditahun 2013 nanti untuk produktif menulis cerpen atau diberi kesempatan menyelesaikan novel yang ingin aku buat. Aamiin. Di chapter sebelumnya aku membahas tentang tanggal 22 Mei yang agak mengesalkan yah, nah sekarang aku akan menceritakan ketika tanggal 23 Mei yang teramat spesial datang. Malam harinya jam 00.04 kalau tidak salah, handphone ku berdering tanda sms masuk, saat aku membuka sms itu ternyata kak Mizwar memberi ucapan selamat ulangtahun beserta doa-doanya yang panjaaang sekali hehe. lalu dipagi harinya Ibu ku yang sangat aku sayangi memberikan ucapan, lalu Bapakku dan adikku. saat aku sedang menyetrika pakaian seragam untuk sekolah (saat itu aku kelas X masuk sekolah jam siang) ada sms masuk, dan itu sms dari kak Afi (kakakku), buru-buru aku membuka dan membacanya. Ia mengucapkan Happy Birthday dan menyuruh aku membuka lemari dan meraih sesuatu yang ada dibawah tumpukan pakaian-pakaian ku, segera aku melaksanakannya. Tidak disangka disitu ada sebuah kertas ucapan beserta doa dan uang. Kenapa aku tidak menyangka? Karena kak Afi saat itu sedang menetap di Jakarta bersama Amak (sebutan nenek). Jadi, kapan kak Afi menaruhnya? Ternyata hari sebelumnya kak Afi main ke Bekasi ketika itu aku sedang tidak ada dirumah. Selanjutnya, sebuah sureprise yang dilakukan tema-teman ku. Sebenarnya sampai siang hari itu tidak ada satupun temanku yang mengucapkan Happy Birthday untukku, aku sudah curiga akan terjadi sesuatu. Dan ternyata benar. Tiba-tiba Una, Jessy, Wikha, Indah, Marrisa, Lydia, Profitri, dan Yosi datang kerumah. Una dan Jessy memegang lilin, Wikha membawa kue Ulangtahun beserta lilin. Mereka semua menyanyikan lagu Happy Birthday untuk aku, disitu aku sangat terharu. Trus aku disuruh meniup lilinnya. Lilin pertama yang dipegang Una, lilin kedua yang dipegang Jessy, dan yang ketiga lilin yang ada dikue ulang tahun. Nah, lilin yang ada di kue itu kaya kembang api, ditiup lalu mati, eehh nyalah lagi, ditiup lagi, nyalah lagi, gitu-gitu terus, tapi akhirnya mati juga. Kita semua tertawa. Mereka bilang aku disuruh keluar rumah, katanya ada hadiah, dan hadiahnya besar. Aku curiga. Yang ada dipikiranku, jangan-jangan ada kak Mizwar. Aku keluar rumah tuh ditarik-tarik, gak pakai jilbab. Eh dari belakang ada yang nyeplokin telur dikepalaku. Eeeeewhhh!! Marrisa menambah dengan menyiram terigu ke seluruh tubuh ku, aku kejar mereka. Trus aku berhenti, eh ada lagi yang nyeplokin aku, trus aku kejar lagi mereka semua. Tubuhku sudah sangat bau sekali ketika itu. dan si Una menambah juga dengan menyeploki telur lagi. YaAllah tambah bau saja. Aku ditaburi pakai terigu lagi. yasudah, sudah jam 11 lewat, aku mau mandi dan masuk kedalam rumah. Lalu Jessy memanggil dan aku disuruh keluar sebentar. Aku curiga, takut disiram air got. Aku ditarik-tarik keluar. Pas samapai luar ada Una membawa ember besar. Aku takut air got. Dia langsung menyiramku. Ternyata itu air hujan yang didalamnya banyak daun yang jatuh. iiiihhh. Aku langsung masuk kerumah lagi dan mandi, bersih-bersih, shampo habis beberapa sachet olehku. Tapi bau telur dirambut ku belum hilang-hilang juga. Mm, yasudahlah. Akhirnya mereka pada berangkat ke sekolah. Pada malam harinya Jessy kerumahku. Aku diberi kado, kado itu gabungan dari Jessy dan Fika. Isinya baju, baju itu samaan dengan mereka. Terharu banget yaALLAH..... Aku kaget banget, gak nyangka kalau mereka akan seperti ini. THANKS SO MUCH! I LOVE YOU, GUYS!!! :* ngomong-ngomong, kak Mizwar saat itu kemana??? Tunggu kehadiran the next chapter, guys!

Jumat, 30 November 2012

Aku dan Dia #chapter3

tanggal 22 Mei 2012 lalu ketika aku mau pulang sekolah, aku dikerjain abis-abisan sama teman-temanku. aku sama indah main becanda-becandaan dan tarik-tarikan kerudung. trus krudungku diberantakin, dan temen-temen ku yang lain langsung ngikutin apa yang dilakukan indah. aku dikeroyok, diklitikin, pokoknya dibuat bete. jaket aku diambil, diumpetin. aku cari-cari gak ketemu. trus aku disuruh duduk dikursi, ternyata kursi yang aku dudukin itu basah dan udah disiram air sama indah. aku kesel banget. aku bales dendam, aku ambil botol aqua kosong dan aku isi pake air keran dan ku sirami ke temen-temen ku. mereka pada lari-larian keluar dan masuk ke kelas yg dulunya kelas X.1, mereka ngebanting pintu, pintu dikunci dan aku diluar sendirian. aku teriak-teriak minta dikembalikan jaketku, tapi mereka gak mau ngembaliin. saking rame dan berisiknya, pak Enda guru olahraga marah-marah gara-gara kita berisik dan mereka ngebanting pintu, jadi pak Enda ngomel-ngomel deh, hahaha. didepan ada kak Mizwar, dia ngejemput aku untuk pulang. aku ngadu ke dia kalo aku dikerjain dan jaket aku diumpetin dan gak bisa pulang, trus katanya dia yaudah ambil dulu jaketnya sana. yaudah, aku ambil. Tapi tetep aja mereka gak mau ngasih. yaudah aku balik lagi kedepan menuju kak Mizwar. eh ada profitri sama wikha, mereka megangin tangan aku, dan aku minta tolong ke kak Mizwar, tapi tuh dia diem aja. trus si marrisa dan indah dateng dia ambil botol aqua diisi pake air. trus aku diguyur. basah kuyup badan dan baju aku. dan mereka kabur. aku pun kejar mereka untuk meminta jaket aku. mereka tetap gak mau ngasih jaket aku. yaudah aku bilang, aku teriak kalau aku bukan hari ini ulangtahunnya. tapi tetep mereka bilang bodo. yaudah kan, setelah aku bergelut dengan mereka, kak Mizwar nyamperin aku dan bawa aku masuk. dia nanya, jaketnya belum dapet? aku bilang, belum. dan kak Mizwar nyuruh dan ngajak nyari jaket aku, aku bilang aja jaketnya dibawa sama temen-temen aku. trus tiba-tiba temen-temen aku itu megang jaket aku. dan.............. akhirnya jaket itu dicelupin ke got selokan. yaudah, disitu aku kesel banget. aku minta pulang sama kak Mizwar, rasanya tuh mau nangis. ketika nyampe rumah, aku bilang ke Ibu. dan langsung aku cuci tuh seragam sekolah ku terutama jaket yg dicelupin temen-temen ku yang jahil sekali. THANKS BANGET UNTUK HARI ITU YAH MARRISA, WIKHA, INDAH, PROFITRI,dan KAK MIZWAR, GAK AKAN DILUPAKAN :)

Rabu, 28 November 2012

Aku dan Dia #chapter2

lanjut cerita, pas keesokan harinya, ibu sedang mengepang rambut aku, trus ibu tanya "yang kemarin kamu suka sama cowo itu, Teh?" aku jawab dengan polosnya, "iya bu" dan ibu balas "emang dia juga suka sama kamu?" aku bilang, "iya sama-sama suka bu." trus ibu dan kak afi ketawa mendengar ucapan aku. aku baru sadar kalau jawaban aku itu terlalu polos dan seperti anak kecil. tapi yah mau gimana lagi, emang real nya kaya gitu kan. soalnya aku paling gak bisa boong sama orangtua apalagi sama ibu. hari demi hari hubungan kita bertambah, tapi tanpa sepengetahuan teman-teman ku, yang mereka tau aku baru pendekatan dengan kak Mizwar. setelah 2 minggu hubungan ku dengan kak Mizwar akhirnya diketahui teman-teman. anak-anak kelas ku pun jadi rame bicarain aku dan menggodaku. saat pelajaran matematika berlangsung, aku sedang ada hafalan rumus matematika, dari luar terdengar suara kak Mizwar dan teman-temannya heboh berbicara dengan ibu Euis(guru matematika) dan bu euis pun masuk kelas. ketika hafalan dimulai dan aku kebagian untuk test hafalan, setelah hafalan ibu euis bilang "rum, ada salam dari akang nya" aku bingung yah bu euis bilang seperti itu, eh ternyata yang dimaksud itu kak Mizwar. dan yang nitip salam itu adalah perbuatan teman-temannya yang iseng banget. aku cuma bisa senyum, malu, salah tingkah, karena digodain temen-temen. oh iya, saat UTS matematika tiba, ulangannya itu menggunakan buku tulis khusus ulangan, sedangkan buku ulangan aku ketinggalan. kalo bu euis anak muridnya gak bawa buku ulangan gak diizinin untuk ikut ulangannya. nah disitu aku bingung, mesti gimana. orangtua sedang tidak ada dirumah, rumahku kosong, dan siswa dilarang izin keluar sekolah oleh guru yang sedang piket. aku pun jujur saja kepada bu Euis, dan aku akhirnya benar-benar gak bisa ikut ulangan. disitu aku cuma bisa nangis sesegukan sambil memohon-mohon. temen-temen cuma bisa memberi dukungan moril supaya aku sabar dan jangan menangis. bu euis nyamperin aku, dan dia bilang katanya penyebab aku lupa membawa buku ulangan karena dipikiran aku kak Mizwar terus dan aku katanya pacaran terus, padahal ketemu sama kak Mizwar aja jarang banget -__- dari hari kehari aku terus memohon ke bu euis supaya diijinkan ulangan matematika susulan, tapi tetap saja tidak dibolehkan. yasudah, dari situ aku pasrah, biarkan saja nilai ku kosong :'( tiba-tiba kalo gak salah 2 hari sebelum pembagian rapot UTS aku dipanggil oleh bu euis ke kantor dengan membawa buku ulangan MTK, dan aku pun dijinkan ikut ulangaaaaaaaaan. Alhamdulillaaaah! rasanya seneng banget. makasih yah bu Euis :*

Aku dan Dia #chapter1

aku gak tau mesti nulis apa. tapi emang lagi pengen nulis. aku mau cerita, hampir 5 hari kemarin aku gak contact-contactan sama kak Mizwar. oh iya sebelumnya aku mau ceritain dulu, kak Mizwar itu adalah kakak kelas aku di SMA 9 Negeri Bekasi. saat aku kelas X, dia kelas XII. Nah sekarang aku kelas XI dan dia sudah jadi mahasiswa di Sekolah Tinggi Perpajakan Indonesia (STPI). Awalnya dia bercita-cita jadi seorang polisi, tapi mungkin belum rezeki nya :) dia lahir tanggal 24 Januari 1995. dia itu nyebelin banget, perhatian, baik, ramah, sopan, daaaaan lain-lain. awal aku kenal dia saat mopdb tahun 2011. mulai deketnya berawal dari smsan tanggal 24 Januari 2012 ketika aku ngucapin Happy Birthday buat dia. lalu jadi kebablasan deh smsan terus. walaupun pas smsan dia nyebelin banget. akhirnya pas malam minggu tanggal 3 maret tiba-tiba aja dia nanya mau atau engga pacaran sama dia. dan aku gak bisa jawab hari itu juga. aku minta waktu sehari. pas keesokan harinya, malam senin aku menjawab "iya" jawaban itu gugusan serta pertimbangan dan saran dari sahabat terbaikku, Fikria Hanifah (Fika) dan Jessy nanda Dewi (Jessy). senin paginya aku dijemput kak Mizwar. dan hari itu pertama kalinya AKU BERTEMU DAN BERBICARA dengan dia. karena sebelum-sebelumnya kami hanya berhubungan lewat sms. awal dia kerumah ku, dia langsung bertemu dengan Bapak dan Ibu ku, dan dia bersalaman dengan melemparkan senyum paling indahnya. rasanya saat itu tuh kaya jantung berhenti mendadak ketika aku naik ke atas motornya. sampai disekolah, orang-orang yang kenal dengan ku dan kak Mizwar geger atas penemuan yang aneh dari pandangan mereka. 'Arum dan Mizwar? sumpah?' dan aku cuma bisa ngasih senyuman dengan pipi yang memerah dan hidung yang mekar-mekar bak kembang sepatu. akhiri dulu ceritanya yah, ini baru #chapter1 hehehe makasih ;)