Rabu, 28 November 2012

Aku dan Dia #chapter2

lanjut cerita, pas keesokan harinya, ibu sedang mengepang rambut aku, trus ibu tanya "yang kemarin kamu suka sama cowo itu, Teh?" aku jawab dengan polosnya, "iya bu" dan ibu balas "emang dia juga suka sama kamu?" aku bilang, "iya sama-sama suka bu." trus ibu dan kak afi ketawa mendengar ucapan aku. aku baru sadar kalau jawaban aku itu terlalu polos dan seperti anak kecil. tapi yah mau gimana lagi, emang real nya kaya gitu kan. soalnya aku paling gak bisa boong sama orangtua apalagi sama ibu. hari demi hari hubungan kita bertambah, tapi tanpa sepengetahuan teman-teman ku, yang mereka tau aku baru pendekatan dengan kak Mizwar. setelah 2 minggu hubungan ku dengan kak Mizwar akhirnya diketahui teman-teman. anak-anak kelas ku pun jadi rame bicarain aku dan menggodaku. saat pelajaran matematika berlangsung, aku sedang ada hafalan rumus matematika, dari luar terdengar suara kak Mizwar dan teman-temannya heboh berbicara dengan ibu Euis(guru matematika) dan bu euis pun masuk kelas. ketika hafalan dimulai dan aku kebagian untuk test hafalan, setelah hafalan ibu euis bilang "rum, ada salam dari akang nya" aku bingung yah bu euis bilang seperti itu, eh ternyata yang dimaksud itu kak Mizwar. dan yang nitip salam itu adalah perbuatan teman-temannya yang iseng banget. aku cuma bisa senyum, malu, salah tingkah, karena digodain temen-temen. oh iya, saat UTS matematika tiba, ulangannya itu menggunakan buku tulis khusus ulangan, sedangkan buku ulangan aku ketinggalan. kalo bu euis anak muridnya gak bawa buku ulangan gak diizinin untuk ikut ulangannya. nah disitu aku bingung, mesti gimana. orangtua sedang tidak ada dirumah, rumahku kosong, dan siswa dilarang izin keluar sekolah oleh guru yang sedang piket. aku pun jujur saja kepada bu Euis, dan aku akhirnya benar-benar gak bisa ikut ulangan. disitu aku cuma bisa nangis sesegukan sambil memohon-mohon. temen-temen cuma bisa memberi dukungan moril supaya aku sabar dan jangan menangis. bu euis nyamperin aku, dan dia bilang katanya penyebab aku lupa membawa buku ulangan karena dipikiran aku kak Mizwar terus dan aku katanya pacaran terus, padahal ketemu sama kak Mizwar aja jarang banget -__- dari hari kehari aku terus memohon ke bu euis supaya diijinkan ulangan matematika susulan, tapi tetap saja tidak dibolehkan. yasudah, dari situ aku pasrah, biarkan saja nilai ku kosong :'( tiba-tiba kalo gak salah 2 hari sebelum pembagian rapot UTS aku dipanggil oleh bu euis ke kantor dengan membawa buku ulangan MTK, dan aku pun dijinkan ikut ulangaaaaaaaaan. Alhamdulillaaaah! rasanya seneng banget. makasih yah bu Euis :*

Tidak ada komentar: