Sabtu, 07 Desember 2013

Bingung Pilih Jurusan yah? #Chapter4

Assalamu'alaikuuuum!

Pengen cerita nih, hehe. Jangan bosan-bosan yah membacanya :D

Masih ingat kan kalau aku pernah ikut tes minat dan bakat? Nah, masih dalam satu rangkaiannya nih, yaitu konsultasi dengan Psikolog! Psikolog! Psikolog mennn! *iya, Rum. Iya -__-*

Jadi waktu hari apa aku lupa, yang pasti minggu kemarin, kita berkumpul di ruangan BP. Beruntungnya kelas aku bertukar dengan kelas XII IPA 5, jadi kelas aku kebagian urutan terakhir untuk konsultasi, dan otomatis waktu konsulnya bisa lebih lama deh. Hahahaha. 


Karena diruang BP tersebut yang huruf depannya paling awal berdasarkan absen adalah aku, maka aku duluan yang di izinkan konsultasi. Jadi, psikolog nya telah memiliki salinan data-data hasil tes minat bakat para siswa-siswi perkelasnya. Awalnya ia membaca dan menelaah hasil tes aku. 


Lalu ia berkata, "Ambil jurusan Hubungan Internasional yah." aku pelanga-pelongo. 

Hah HI? Setahu aku dari hasil tes itu gak ada saran untuk mengambil jurusan tersebut deh? Lalu aku celetuk saja, "Tapi kalau HI harus pintar bahasa inggris dan berbagai bahasa. Saya inginnya masuk Psikologi atau tidak Public relation." saat itu sastra belum aku sebutkan. 


Psikolog itu bilang, "Iya gak apa-apa kalau mau masuk situ. PR itu sama saja dengan HI. PR itu adalah HI." aku langsung kaget ketika ia berbicara seperti itu. Karena setahu aku PR dan HI berbeda walaupun sama-sama ada kata 'Relation', yasudah aku jawab aja, "Lah, HI itu kan lebih luas cakupannya dengan dunia internasional, sedangkan PR itu tidak seluas HI." Kataku seperti itu. Tapi ia tetap keukeuh menjelaskan bahwa PR itu adalah IR/HI, cuma beda nama saja. Dan aku terima-terima saja lah. *psikolog dilawan* 

Dan aku bilang lagi, "Pengennya ambil psikologi". Jawab nya, "Oh yaudah boleh.". 
"Lalu kalau jadi psikolog itu apakah tidak cukup hanya lulusan S1? Dan harus mengambil pendidikan yang tinggi minimal S2?" dan psikolog itu menjawab, "iya memang, kalau S1 hanya menjadi pendamping Psikolog saja, kan gak enak. Lalu kalau S1 itu kerjanya paling di kantoran atau lain-lain tapi tidak bisa buka praktek karena belum ada perijinan."  aku pun mengangguk. Yasudah! Aku harus dapat merealisasikan mimpiku walaupun mimpi itu berada dibintang paling ujung. -__- Aamiin :) 



Cukup itu saja, terimakasih telah setia membaca hehe


Wassalamu'alaikuuuum!

Tidak ada komentar: